Dari belajar coding otodidak via YouTube hingga meraih juara pertama olimpiade informatika nasional. Ini kisah Raffi Ahmad Pratama.
Raffi Ahmad Pratama tidak pernah mengikuti kelas coding berbayar sekalipun. Semua kemampuan pemrogramannya dibangun sendiri — dari tutorial YouTube, forum Stack Overflow, dan ribuan jam latihan di depan layar laptopnya yang sudah retak di sudut kiri.
"Saya mulai coding waktu kelas 7 SMP karena penasaran bagaimana game yang saya mainkan bisa dibuat," cerita Raffi dengan senyum. "Ternyata setelah belajar, ternyata saya lebih tertarik membuat program sendiri daripada memainkan game orang lain."
Titik Balik
Raffi pertama kali mendengar tentang Mentari Competition dari gurunya di SMP Negeri 3 Bekasi. Saat itu ia sudah menguasai Python dan HTML dasar, tetapi belum pernah mengikuti kompetisi apapun.
"Saya mendaftar tanpa ekspektasi apapun," ujarnya. "Target saya hanya bisa mengerjakan lebih dari separuh soal."
Ternyata Raffi tidak hanya mengerjakan lebih dari separuh soal — ia menyelesaikan seluruh soal penyisihan dengan skor sempurna.
Persiapan Menuju Final
Setelah lolos babak penyisihan, Raffi meminta bantuan dari forum komunitas Mentari Competition dan bertemu secara online dengan Kak Bimo, finalis tahun sebelumnya yang bersedia menjadi mentor informal.
"Yang Kak Bimo ajarkan bukan cuma algoritma, tapi cara berpikir sistematis. Bagaimana memecah masalah besar menjadi masalah-masalah kecil yang lebih mudah diselesaikan," kenang Raffi.
Selama tiga minggu menjelang final, Raffi berlatih 4–5 jam sehari setelah pulang sekolah dan selesai pekerjaan rumah.
Malam Penghargaan
Ketika namanya disebut sebagai Juara Pertama Olimpiade Informatika Nasional Mentari 2025, Raffi mengaku tidak langsung bereaksi.
"Saya kira salah dengar," tawanya. "Harus teman di sebelah yang menepuk bahu saya baru sadar."
Hari ini, Raffi mendapatkan beasiswa penuh dan sedang mempersiapkan diri untuk mewakili Indonesia di olimpiade informatika internasional tahun depan.
Pesan untuk Kamu
"Jangan tunggu sampai merasa 'siap'. Tidak ada yang benar-benar siap sebelum mencoba. Daftar, coba, gagal, belajar dari kegagalan — itu siklus yang membawa kamu maju," pesan Raffi untuk peserta Mentari Competition 2026.